Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, June 11, 2013

Need Not To Know

Semua tentang kita
Apa yang kau ketahui
Dan aku ketahui tidak bisa mereka tahu
Karena mereka tak perlu tahu

Rahasiaku juga rahasiamu
Rahasianya bukan rahasia kita
Tak perlu kita tahu
Karena kita tak pantas tahu

Jangan paksa kami tuk bilang padamu
Karna kami tak memaksamu tuk tahu
Cukup hanya diam
Dan kau harus tahu
Kalau kamu tidak perlu tahu.

Riuh Malam Kamis

Atap pun bergetar ketika burung besi melintas
Anjing yang tertidur pulas kian menggonggong dengan keras
Perlahan-lahan bisikan suram tentangga terngiang menembus gendang telinga
Tak sadar jarum jam berbisik tanda sudah larut
Namun gelap yang seharusnya senyap kini gentar dengan celoteh alam

 Aku yang Insomnia berharap tegap ke dunia khayalan
Ironisnya menjemput pagi dari riuh malam kamis.

SADAR

Berjalan diatas tanah
Dengan kotoran menempel di kakiku
Aku merasa inilah petualanganku
Tanpa batasan aku begitu bebas

Dengan pikiran sehat
Hijau pepohonan menyegarkan mata ini
Telinga yang puas dengan bunyi kicauan burung
Membuat aku dilayani alam bumi

Namun tak banyak yang sadar akan semua ini
Terlalu hina dengan semua perlakuan mereka
Selama ini sulit tuk disadari
Bahwa alam ini adalah paru-paru kita.

Terbaik Untukmu

Lepaslah batin ini
Saatnya ungkapkan
Mungkin ini yang pertama kalinya
Dari sewindu kita bersama
Jadi mengertilah
Karena khayalku memberanikanku bicara

Tak peduli dengan keputusan nanti
Biarkan semuanya kau tahu

Meninggalkan mu terbaik untukmu
Karena kau terlelap lama dalam kebodohanku
Menipumu seakan itulah kesenanganku
Terjebak dalam mimpi buruk membawaku meninggalkanmu

Dan ku berjanji tak akan kembali nanti
Walaupun aku memerlukanmu
Karena semua kesalahanku.

Untukmu Sobat

Terlambat untuk menyesal
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga
Ingin bertahan tapi memaksaku tuk lepas
Rasa tuk mencoba tak ada lagi
Lepas lah masaku

Walau catatan sejarah buruk
Cukup bangga pada prestasi ini

Haripun berjalan
Saat sedih tiba kita tertawa lagi
Tertawa bersama-sama, seperti kala itu di Puncak Klabat

Harapan dan cita-cita kini ditanganmu sobat,
Lanjutkan baktiku pada kita yang lapar akan kesuksesan
Tancapkan panji kita di puncak gunung
Biar dunia tahu kita begitu dekat dengan alam

Berbicara menang masalah waktu
Inilah saatnya takdir kita di tanganmu sobat

Ku lihat dari puncak
Dengan pelita semangatmu menembus hutan gunung dan rimba
Aku percaya tekad dan niatmu jauh dari ujung tombak
Maka aku berani berdiri tegak bersamamu hingga laut tak lagi berombak

Karena inilah kita untukmu sobat.

Monday, June 10, 2013

Tell Me

The afternoon downpour
With wet clothes and hope in the power
I remember the last time you had a sad
Although there is only one hope for your release from your past that bitter
I will endeavor to release you. but, in our day,
I could not do anything unless your gaze with wet clothes and applying your heart open tuk and tell me what you're worried about might be able to help you.

KECEWA

Berselip sebatang rokok ditangan,
Dengan secangkir kopi hitam kutatap awan berarah,
Aku menyanyi dengan suara sumbang,
Berharap suramnya dunia menangis melihatku disini.

Seteguk pahitnya kopi hitam
Seakan berkata kerasnya hidup ini.
Kecewaku jatuh ke hati
Berharap pada bulan aku bahagia,
Sampai aku menunggu petang datang
Menenggelamkan matahariku.
Suara… dimana suara itu!
Hilangkan kecewa ini
Beri aku bukti pasti tuk tahu semua ini.

Kembali

Ketika aku terbangun dalam tidurku
Terputus oleh mimpi yang belum berakhir
Ingin kembali ke mimpi itu
Tapi sulit menemukan kembali
Disaat cahaya belum juga menerangi ruangan ini
Diatas sofa aku tidur kembali dengan sebuah tanya
Berharap dia akan hadir menemaniku tidur
Hingga matahari kembali terbenam.

 Rabu,05-Sep-2012

Kembalinya Tuan Bodoh

Tuk.. Tak.. Tuk.. Tak.. Tuk.. Tak..
Bunyi detik jam dinding saat senyap
Sulit mengantarku tidur
Sambil memejamkan mata rusuhpun datang
Dengan panik ku terjaga Kembalinya Tuan Bodoh

Seperti hari lain
Bunyi sendal itu perlahan semakin kuat
Semakin dekat, lebih dekat…

Berseru dengan lantang keluar bau alkohol dari mulutnya
Pikiran yang kacau menjadi sambutan bersama hati damai
Tak banyak perlawanan malam itu
Hukum pun tak berlaku
Pada siapa saja tak peduli
Diam saja lebih dari cukup

Yah.. lebih dari cukup
 Hanya waktu yang aku tunggu
Hingga membawanya lelap dan kembali sadar dari dunia khayal.